Sejarah Merek

Praktik branding pada dasarnya telah berlangsung berabad-abad. Kata “brand” dalam bahasa Inggris berasal dari kata “brandr” dalam bahasa yang berarti “to burn” yang mengacu pada pengidentifikasian ternak(Blcket,2003; Keller, 2003; Riezebos, 2003). Pada waktu itu, pemilik ternak menggunakan “cap” khusus untuk menandai ternak miliknya dan membedakanya dari ternak milik orang lain. Melalui cap seperti ini, konsumen menjadi lebih mudah mengidentifikasi ternak-ternak berkualitas yang ditawarkan oleh para peternak bereputasi bagus.

Sejumlah bukti histories mengungkap bahwa merek dalam bentuk tanda identitas (identity marks) telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Sebagai contoh, tulisan dan gambar di dinding-dinding kuburan Mesir Kuno menunjukkan bahwa ternak pada zaman itu telah diberi merek/ tanda sejak tahun 2000 SM. Di zaman Romawi kuno, Toko-Toko memakai gambar-gambar (seperti sepatu, sapi atau daging) untuk mengidentifikasi produknya. Contoh-contoh lainnya meliputi tanda identitas pada porselin Tiongkok kuno dan guci Yunani dan Romawi kuno.

Pada abad pertengahan, sejumlah bisnis (seperti pembuat roti dan pengrajin perak) dikendalikan oleh serikat pekerja yang memberikan semacam tanda sertifikasi kualitas. Tanda semacam ini kemudian dijadikan entitas hukum dibeberapa Negara (seperti Inggris dan Jerman) pada abad 14 dan 15.

Selama Masa Revolusi Industri (1830-1870) dan tahun tahun sesudahnya (1870-1914) merek (sebagai identifikasi produk pemanufaktur) berkembang secara pesat, terutama difasilitasi oleh sejumlah factor berikut (Low & Fullerton, 1994) :

  1. Perkembangan dan kemajuan teknologi transportasi (perkretapian) dan komunikasi (telegraf,telepon, dan jasa pos) memfasilitasi distribusi regional dan nasional.
  2. Kemajuan teknologi produksi memungkinkan produksi missal produk berkualitas bagus and berbiaya rendah.
  3. Kemajuan teknologi pengemasan produk membuat kemasan individual yang menonjolkan merek dagang pemanufaktur semakin berperan penting.
  4. Perubahan undang-undang merek dagang di Amerika pada tahun 1870, decade 1880-an dan tahun 1906 memberikan perlindungna yang lebih kuat bagi produ-produk bermerek.
  5. Pertumbuhan periklanan dan ketergantungan media massa (terutama surat kabar dan majalah) pada penerimaan iklan membuka peluang besar bagi periklanan merek.
  6. Pertumbuhan institusi ritel baru, seperti took serba ada (department store), Variety stores dan national mail order houses, menstimulasi pengeluaran konsumen yang semakin besar.
  7. Peningkatan industrialisasi dan urbanisasi meningkatkan standar hidup  Amerika dan mengubah gaya hidup dari produksi mandiri (self-production) menjadi pembelanja sebagian besar produk.

Memasuki abad 20, hukum merek dagang (trademark law) telah mapan. Peranan merek  dagang adalah untuk mengidentifikasi perancang dan atau pemanufaktur spesifik, contohnya Mercedes Benz, Singer, Heinze, dan Ford. Baru pada akhir abad 19 dan awal abad 20 para pemanufaktur menggunakan merek untuk mengidentifikasi produk secara spesifik. Banyak diantara merek-merek terkemuka saat ini  yang telah dikembangkan pada periode tersebut, diantaranya sereal sarapan Shredded Wheat, Film Kodak, travelers checks American Express, Prudential Insurance, dan Sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: